Rute Pendakian Gunung Kerinci

Link artikel lainnya:

1. Gunung Cikuray "Rasa" Bromo

2. Lagi Bosan ke Kepulauan Seribu? Butuh Variasi? Ke Pulau Tunda Aja..

3. Berjumpa Serdadu Kumbang di Pulau Kenawa yang Menawan

4. Melihat Rehabilitasi Elang di Pulau Kotok Besar

5. Menggapai Puncak Rinjani


 

Bagi yang hobby mendaki gunung dan berkeinginan mendaki gunung berapi tertinggi di Indonesia; Gunung Kerinci, berikut gambaran rute pendakian Gunung Kerinci berdasarkan perjalanan yang pernah saya dan beberapa orang teman lakukan:

1. Jakarta - Padang

 Perjalanan dari Jakarta ke Padang kami tempuh dengan menaiki pesawat. Perjalanan ke Padang memakan waktu sekitar 1,5 jam. Pesawat mendarat di Bandara Minangkabau.

 

2. Bandara Minangkabau - Tempat Penyewaan Travel

Dari bandara kami menaiki Damri ke arah pusat Kota Padang (tarif Rp 18 ribu), persisnya ke tempat travel yang sudah dipesan sebelumnya. Kami menggunakan salah satu travel lokal, yakni Travel Ayu di Jalan S. Parman, Padang. Kami menaiki mobil dengan rute Padang – Sungai Penuh. Rute ini nantinya akan melewati Kersik Tuo (Tempat basecamp pendakian Kerinci). Waktu itu tarifnya Rp 70 ribu perorang dari Padang menuju Kersik Tuo. Mobilnya berupa minibus berkapasitas 11 penumpang.


Minibus L300 dengan rute Padang - Sungai Penuh. Nanti akan melewati Kersik Tuo.  Diambil dengan Blackberry.

 

3. Padang - Basecamp Pendakian Kerinci di Kersik Tuo

Perjalanan dari Padang menuju Basecamp di Kersik Tuo memakan waktu sekitar 6 jam. Kersik Tuo sendiri masuk dalam wilayah administrasi Propinsi Jambi. Dari Padang menuju Kersik Tuo nantinya kita akan melewati beberapa daerah, salah satunya Kabupaten Solok Selatan. Basecamp Kersik Tuo terletak di dekat PLN Kersik Tuo. Letaknya di sebelah kiri jalan kalau dari Padang.

 

4. Basecamp Kersik Tuo - Pintu Rimba

Pintu Rimba merupakan gerbang awal untuk memulai pendakian Kerinci. Sesuai namanya, di gerbang inilah kita mulai memasuki hutan rimba yang masih alami. Rasakan sensasinya! :) Dari basecamp Kersik Tuo ke Pintu Rimba kami menyewa sebuah minibus milik warga lokal dengan tarif Rp 10 ribu perorang. Jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh, sekitar 15-25 menit. Tapi jika berjalan kaki sambil membawa tas gunung pastinya cukup menguras energi :).

 

5. Pintu Rimba - Pos 1

Dari Pintu Rimba kita sudah mulai trekking menyusuri hutan yang masih alami. Untuk bisa sampai ke Pos 1 dibutuhkan waktu kurang lebih 20-30 menit. Treknya masih relatif datar.

 

6. Pos 1 - Pos 2

Dari Pos 1 ke Pos 2 dibutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Treknya masih sama, yakni melewati hutan-hutan. Mulai terdapat tanjakan-tanjakan, namun tidak ekstrim. Di Pos 2 terdapat sumber air, disebelah kiri jalur.

 

7. Pos 2 - Pos 3

Jumlah tanjakan-tanjakan dari Pos 2 ke Pos 3 semakin banyak dibandingkan dari Pintu Rimba ke Pos 1 dan dari Pos 1 ke Pos 2. Treknya masih mirip, melewati hutan-hutan. Lama perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 sekitar 45 menit.

 

8. Pos 3 - Shelter 1

Ujian sesungguhnya boleh dibilang berawal dari sini. Tanjakan-tanjakan semakin curam dan banyak. Jumlah pepohonan dan hutan mulai berkurang. Lama perjalanan menuju Shelter 1 berdasarkan catatan saya adalah sekitar 1 jam 45 menit. Shelter 1 ditandai dengan adanya sebuah pohon besar. Disini juga terdapat sumber air namun terbatas sekali.

 

9. Shelter 1 - Shelter 2

Ini merupakan rute terpanjang. Berdasarkan catatan, kami berangkat dari Shelter 1 pukul 12.30 dan baru sampai di Shelter 2 sekitar jam 16.30. Kami bergerak dengan cukup santai. Banyak tanjakan dan jalurnya lebih terbuka dibandingkan sebelumnya. Siapkan energi anda saat berada di Shelter 1 karena perjalanan menuju Shelter 2 ini akan banyak menguras energi. Di Shelter 2 terdapat tempat mendirikan tenda, yakni disebelah kiri jalur agak turun kebawah. Kami mendirikan tenda disini. Disini juga terdapat sumber air.

 

10. Shelter 2 – Shelter 3

Kata seorang pendaki setempat yang kami jumpai di Shelter 1, dari Shelter 1 ke Shelter 2 itu tanjakannya “Tanjakan Galau”, sedangkan dari Shelter 2 ke Shelter 3 “Tanjakan Setan”. Dan benar saja, trek cenderung terus menanjak dengan jalur-jalur tanah dan air yang cukup berat. Treknya boleh dibilang menyerupai trek di Gunung Cikuray dan Pangrango. Jumlah vegetasi sudah drastis berkurang. Dibutuhkan waktu sekitar kurang lebih 1,5 – 2 jam perjalanan menuju Shelter terakhir ini. Shelter ini persis terletak di lereng dan lokasinya sangat terbuka.


Model trek dari Shelter 2 menuju Shelter 3. Diambil dengan Pocket Camera, Panasonic Lumix. Auto Mode.

 

11. Shelter 3 - Puncak

Tidak berapa jauh dari Shelter 3 kita sudah bisa sampai di area yang cukup datar. Dari sini kita sudah bisa menyaksikan bagaimana medan menuju Puncak Gunung Kerinci. Ada beberapa punggungan yang harus kita lewati sebelum sampai di puncak. Treknya berpasir dan berbatu mirip-mirip seperti trek menuju puncak Gunung Semeru, Slamet, atau Merapi. Menguji nyali setiap pendaki yang melihatnya! Perjalanan menuju puncak dari Shelter 3 memakan waktu kurang lebih 2 jam.

Comments   

 
0 #1 Jemmy 2014-10-03 11:04
Ada yang bisa review jika di compare antara Kerinci dengan Rinjani?
Saya pernah ke Rinjani dan ingin ke Kerinci, ingin tahu komparasi medan.
Mengenai Harimau, apakah cukup menjadi issue?
Bulan yang terbaik untuk melakukan trekking terkait iklim dan cuaca, ada suggestion?
Terimakasih untuk yang review.
:)
Quote
 
 
0 #2 niko 2014-10-03 22:09
Mas Jemmy: Perbandingan antara Rinjani dan Kerinci:
1) Dari sisi trek kalau Rinjani di awal-awal trek cenderung terbuka melewati sabana sedangkan Kerinci sejak awal langsung melewati hutan....
2) Klo kemiringan medan baik rinjani pos maupun kerinci secara overall boleh dibilang relatif sama, tidak terlalu ekstrim. RInjani agak nanjak setelah pos 3 sedangkan kerinci baru agak nanjak setelah pos 2.
3) Trek menuju puncak sama-sama berbatu dan berpasir, terbuka
4) Viewnya tentunya lebih variatif di Rinjani, sedangkan di KErinci didominasi hutan mulai dari awal hingga pos 2
5) Kalau di Kerinci ada jalur-jalur air (terutama dari Pos 2 menuju Pos 3, sehingga akan lebih berat kalau trekking saat musim hujan.
Quote
 
 
0 #3 niko 2014-10-03 22:10
Kalau soal Harimau, memang masih ada. Hanya saja mungkin gak terlalu sering berpapasan dengan manusia. Cuma saja, kita tetap waspada aja, incase bertemu ...

Soal waktu sebenanrya mirip-mirip mas...Bulan yang terbaik ya sekitar Juni-September. ..
Quote
 
 
0 #4 jemmy 2014-10-04 07:31
Thank you reviewnya mas.. :-)
Quote
 
 
0 #5 niko 2014-10-05 12:51
sama-sama mas :)
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh